Tugas Peper Mata Kuliah Sosio Antopologi
Pendidikan
Keluarga
Sebagai Media Sosialisasi Vital Dan Evektif Dalam Perkembangan Kepribadian Anak
Dosen
Pengampu : Setya Rohadi, M.Pd
Oleh:
Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas
Ilmu Sosial
Universitas
Negeri Yogyakarta
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Suatu sosialisasi akan
berjalan dengan baik bila terdapat adanya media sosialisasi, media sosialisasi
sebagaimana dimaknai sebagai tempat di mana sosialisasi terjadi, juga sangat
menentukan perkembangan individu (anak) untuk kedepanya akan kearah kebaikan
atau sebaliknya kearah keburukan, dan semua itu tergantung pada agen media
sosialisasi itu sendiri.
Adanya media
sosialisasi ini muncul di dalam proses sosialisasi dengan melalui interaksi sosial individu secara
langsung ataupun tidak langsung. Keluarga sebagai agen sosialisasi primer bagi
seorang individu atau seorang anak, akan banyak berperan dalam perkembangan
anak menuju kedewasaanya atau dengan kata lain sebagai pondasi kerangka
kepribadian individu (anak) dimasa
perkembangan menuju masa kedewasaannya. Dalam hal ini keluarga dinilai sebagai
media sosialisasi yang vital, utama dan pertama bagi seorang individu (anak).
Sedangkan agen sosialisasi sekunder seperti sekolah, teman bermain, lingkungan
kerja dan media masa, hanya akan menyumbang arah kepribadian individu atau
istilah lainya melengkapi struktur bangunan kepribadian individu membentuk
individu dewasa. Agen media sosialisasi sekunder ini meskipun sebagai agen
media sosialisasi kedua setelah keluarga namun perananya juga sama pentingnya
dengan agen media sosialisasi primer. Oleh karena itu sangatlah penting seorang
individu dalam mengalami proses sosialisasi menuju kedewasaannya itu dibimbing
dengan agen sosialisasi primer maupun sekunder yang utuh dan berurutan sesuai
dengan tahap perkembangan kepribadian individu masing-masing.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
a. Apa
pengertian media sosialisasi?
b. Apa
macam-macam media sosialisasi itu?
c. Mengapa
Keluarga sebagai media sosialisasi yang dinilai paling efektif dalam membentuk
kepribadian anak?
d. Apa
peranan vital media sosialisasi keluarga, sekolah, teman bermain serta media
masa?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah diatas, maka tujuan penulisan peper ini yaitu:
a. Menjelaskan
pengertian media sosialisasi.
b. Menjelaskan
macam agen atau media sosialisasi.
c. Menjelaskan
keluarga sebagai media sosialisasi yang dinilai paling efektif dalam membentuk
kepribadian anak.
d. Menjelaskan
peranan vital media sosialisasi keluarga, sekolah, teman bermain serta media
masa.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Media Sosialisasi
Sebagai suatu proses,
sosialisasi tentunya memerlukan berbagai media atau wadah untuk sosialisasi itu
terjadi. Oleh karenanya media sosialisasi diartikan sebagai tempat dimana
sosialisasi terjadi. Media sosialisasi juga dapat didefinisikan sebagai
pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi, melaksanakan atau
melakukan sosialisasi. Dijelaskan lebih lanjut bahwasanya media sosialisasi
sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang individu, hal ini
dimungkinkan karena seorang individu secara langsung maupun tak langsung akan
melakukan proses sosialisasi dalam agen sosialisasi tentunya, sehingga sangat
dimungkinkan apabila kepribadian individu akan terbentuk melalui proses atau
tahapan sosialisasi di tempat sosialisasi itu terjadi.
B. Macam-Macam
Media Sosialisasi.
Proses Sosialisasi
dapat berlangsung di masyarakat dan umumnya melalui media tertentu. Adapun
media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, teman sepermainan,
sekolah, maupun media masa.
a. Keluarga
Keluarga adalah media sosialisasi
yang pertama dan utama dalam proses sosialisasi. Proses sosialisasi awal ini
dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti seta papa yang
diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya. Melalui lingkungan
keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup
sehari-hari. Media sosialisasi ini berkewajiban dalam mengajarkan berbagai
nilai dan norma sosial kepada anak sedini mungkin. Hal inilah yang membuat
tolak ukur keluarga dikatakan berhasil apabila anak telah mampu bersikap sopan
dalam berperilaku maupun berkepribadian di lingkungan masyarakat.
b. Teman
Sepermainan (Kelompok Bermain)
Melalui teman sepermainan, anak
mulai belajar hidup dan bersosialisasi. Anak akan belajar berbagai hal yang diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, teman sepermainan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan
pribadi seseorang. Tidak menutup kemungkinan, teman sepermainan membawa dampak
negatif bagi perkembangan diri individu. Hal ini karena proses sosialisasi
melalui teman sepermainan berjalan tanpa pengawasan dari orang tua atau guru. Terlebih
pada usia remaja, kelompok sepermainan berkembang menjadi kelompok persahabatan
yang lebih luas. Perkembangan itu antara lain disebagbkan karena bertambahnya
luasnya ruang lingkup pergaulan remaja, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Teman dan persahabatan merupakan pengelompokan sosial yang melibatkan
orang-orang yang berhubungan relatif akrab satu sama lain sehingga hal yang telah dijelaskan
diatas menenai dampak negaif dari adanta teman sepermainan dimungkinkan dapat
terjadi.
c. Sekolah
Nilai dan norma dapat pula
dipelajari melalui sekolah tempat seseorang belajar. Di lingkungan sekolah,
seseorang mempelajari hal-hal baru yang belum pernah mereka temukan, baik di
lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Dan melalui sekolah inilah anak
mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat menentukan profesinya dimasa depan.
Pendidikan formal ini mempersiapkan seorang anak menguasai peranan-peranan baru
di kemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Apabila
seorang anak memasuki lingkungan sekolah, maka secara resmi ia menjadi anggota
kelompok formal yang terikat aturan-aturan resmi dan dihadapkan pada
norma-norma yang diikuti secara teratur dengan sanksi tertentu.
d. Media
Massa
Media massa yang terdiri dari media
cetak (surat kabar dan majalah) maupun elektronik (radio, televisi, dan
internet) merupakan alat komunikasi yang dapat menjangkau masyarakat secara
luas. Media massa diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yang berpengaruh
terhadap perilaku khalayaknya. Media
massa mampu menyajikan model perilaku yang dapat ditiru oleh individu untuk
membangun jati dirinya. Selain itu, media massa mampu memengaruhi pola perilaku
masyarakat. Sebagai contoh kecilnya iklan yang ditayangkan
melalui media massa mempunyai potensi untuk mengubah pola konsumsi atau bahkan
gaya hidup masyarakat.
C. Keluarga
Sebagai Media Sosialisasi yang Dinilai Paling Efektif Dalam Membentuk
Kepribadian Anak
Sosialisasi merupakan
suatu proses belajar yang biasanya dimulai di dalam lingkungan keluarga,
sehingga tak mengherankan apabila keluarga disebut-sebut sebagai media
sosialisasi pertama dan utama dalam perkembangan kepribadian anak. Awal muasal
seorang anak mengalami rangkaian proses sosialisasi bermula ketia ia menjadi
bagian anggota keluarga yang baru dilahirkan, ia sangat tergantung kepada
perlindungan dan bantuan anggota keluarganya. Proses sosialisasi awal ini
dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang
diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya, seperti cara makan,
berbicara, berjalan, hingga belajar bertindak dan berperilaku. Melalui
lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan
hidup sehari-hari. Hubungan individu di masyarakat sangat dipengaruhi keluarga,
karena keluarga memiliki peranan sebagai berikut:
1.
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan
yang utama dan utama dibandingkan dengan lembaga pendidikan manapun.
2. Keluarga
merupakan kelompok pergaulan hidup manusia dengan volume terkecil dan kadar
tertinggi.
3. Keluarga
merupakan mata rantai untuk hubungan jasmani dan rohani manusia yang berlawanan
jenis.
4. Keluarga
merupakan mata rantai dalan regenerasi dan pewarisan budaya.
Dalam keluarga, orangtua mencurahkan perhatian untuk mendidik
anak agar anak tersebut memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar
dan baik melalui penanaman disiplin sehingga membentuk kepribadian yang baik
bagi si anak. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan untuk:
1.
Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar
sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya.
2. Mendorong
agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah, baik dan buruk,
pantas dan tidak pantas, dan sebagainya.
3. Memberikan
contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya.
Sebagai
media sosialisasi, keluarga pun memiliki peranan untuk menghambat proses
sosialisasi. Keluarga yang memiliki kendala-kendala akan memengaruhi sikap dan
keprbadian anggota keluarganya, yaitu:
1. Keluarga
modern merupakan kesatuan konsumtif, sehingga hubungan antarindividu dalam
keluarga menjadi sangat berkurang.
2. Keluarga
sebagai lembaga (institute) sudah berubah menjadi keluarga yang
bersifat persekutuan (companionship) yang sangat longgar ikatannya.
3. Semakin
banyak keluarga yang hidup terpisah dan meningkatnya perceraian, sehingga
longgar intensitas interelasi sosialnya.
Apabila
terjadi suatu kondisi yang berlainan dengan hal di atas, maka anak-anak akan
mengalami kekecewaan. Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1.
Orangtua kurang memperhatikan anak-anaknya, terlalu
sibuk dengan kepentingan-kepentingannya sehingga anak merasa diabaikan.
Hubungan anak dengan orangtua menjadi renggang, padahal anak sangat memerlukan
kasih sayang mereka.
2. Orangtua
terlalu memaksakan kehendak dan gagasannya kepada anak dengan ancaman dan
sanksi yang dirasakan anak cukup berat sehingga jiwa anak menjadi tertekan.
Keseluruhan
sistem belajar mengajar sebagai bentuk sosialisasi dalam keluarga bisa disebut
sistem pendidikan keluarga. Sistem pendidikan keluarga dilaksanakan melalui
pola asuh, yaitu suatu pola untuk menjaga, merawat, dan membesarkan anak. Pola
ini tentu saja tidak dimaksudkan pola mengasuh anak yang dilakukan oleh perawat
atau baby sitter, seperti yang sering dilakukan oleh kalangan keluarga
elite/kaya di kota-kota besar. Pola mengasuh anak di dalam keluarga sangat
dipengaruhi oleh sistem nilai, norma, dan adat istiadat yang berlaku pada
masyarakat setempat. Jadi, kepribadian dan pola perilaku yang terdapat pada
berbagai masyarakat suku bangsa sangat beragam coraknya.
D. Peranan
Vital Media Sosialisasi Keluarga, Sekolah, Teman Bermain serta Media Massa
Keluarga memiliki
peranan vital dalam membentuk kepribadian individu atau anak karena keluarga
merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan dengan
lembaga pendidikan manapun. Keluarga juga merupakan kelompok pergaulan hidup
manusia dengan volume terkecil dan kadar tertinggi. Serta keluarga merupakan
mata rantai dalan regenerasi dan pewarisan budaya. Bila dilihat dari sudup
pandang peranan orang tua maka keluarga memberikan pengawasan dan pengendalian
yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya, mendorong agar anak
dapat membedakan antara perilaku benar dan salah, baik dan buruk, pantas dan
tidak pantas, dan sebagainya, memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas
bagi anak-anaknya.
Sekolah memiliki
peranan vital kepada individu karena lembaga ini memberikan suatu pengaruh terhadap seorang anak berupa ilmu,
keterampilan, kemandirian, prestasi, nilai dan norma kebudayaan bangsa atau
negara, dan hal-hal yang belum ia temukan di media sosialisasi keluarga dan
teman bermain.
Teman bermain memiliki peranan vital diantaranya rasa
aman dan rasa dianggap penting dalam kelompok akan sangat berguna bagi
perkembangan jiwa anak, perkembangan kemandirian remaja tumbuh dengan baik
dalam kelompok persahabatan, remaja mendapat tempat yang baik bagi penyaluran
rasa kecewa, takut, khawatir, gembira, dan sebagainya yang mungkin tidak
didapatkan di rumah, melalui interaksi dalam kelompok, remaja dapat
mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang berguna bagi kehidupannya
kelak, pada umumnya, kelompok persahabatan mempunyai pola perilaku dan
kaidah-kaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap lebih dewasa.
Media massa memiliki
peranan vital diantaranya akan
mempengaruhi atau mengajarkan kepada seseorang tentang hal-hal yang belum ia
ketahui sebelumnya, baik berupa hal positif maupun negatif.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat
disimpulkan bahwa:
a. Sebagai
suatu proses, sosialisasi tentunya memerlukan berbagai media atau wadah untuk
sosialisasi itu terjadi. Oleh karenanya media sosialisasi diartikan sebagai
tempat dimana sosialisasi terjadi. Media sosialisasi juga dapat didefinisikan
sebagai pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi,
melaksanakan atau melakukan sosialisasi.
b. Proses
Sosialisasi dapat berlangsung di masyarakat dan umumnya melalui media tertentu.
Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, teman
sepermainan, sekolah, maupun media masa.
c. Sosialisasi
merupakan suatu proses belajar yang biasanya dimulai di dalam lingkungan
keluarga, sehingga tak mengherankan apabila keluarga disebut-sebut sebagai
media sosialisasi pertama dan utama dalam perkembangan kepribadian anak. Awal
muasal seorang anak mengalami rangkaian proses sosialisasi bermula ketia ia
menjadi bagian anggota keluarga yang baru dilahirkan, ia sangat tergantung
kepada perlindungan dan bantuan anggota keluarganya. Proses sosialisasi awal
ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa
yang diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya, seperti cara
makan, berbicara, berjalan, hingga belajar bertindak dan berperilaku. Melalui
lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan
hidup sehari-hari.
d. Keluarga
memiliki peranan vital dalam membentuk kepribadian individu atau anak karena
keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan dengan
lembaga pendidikan manapun. Sekolah memiliki peranan vital kepada individu
karena lembaga ini memberikan suatu pengaruh terhadap
seorang anak berupa ilmu, keterampilan, kemandirian, prestasi, nilai dan norma
kebudayaan bangsa atau negara, dan hal-hal yang belum ia temukan di media
sosialisasi keluarga dan teman bermain. Teman bermain memiliki peranan vital
diantaranya rasa aman dan rasa dianggap penting dalam kelompok
akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak, perkembangan kemandirian
remaja tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan. Media massa memiliki
peranan vital diantaranya akan
mempengaruhi atau mengajarkan kepada seseorang tentang hal-hal yang belum ia
ketahui sebelumnya, baik berupa hal positif maupun negatif.
Daftar
Pustaka
Hanum, Farida.
2006. Sosioantopologi Pendidikan.
Yogyakarta: FIP-UNY.
Soekanto,
Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta: PT Rajawali Pers.