Sabtu, 28 September 2013

Al-furqon



Tugas Peper Mata Kuliah Sosio Antopologi Pendidikan
Keluarga Sebagai Media Sosialisasi Vital Dan Evektif Dalam Perkembangan Kepribadian Anak
Dosen Pengampu : Setya Rohadi, M.Pd




 

 


 
Oleh:
1.      DENNY PRASTYO                               NIM: 12416241036

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Yogyakarta
2013





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Suatu sosialisasi akan berjalan dengan baik bila terdapat adanya media sosialisasi, media sosialisasi sebagaimana dimaknai sebagai tempat di mana sosialisasi terjadi, juga sangat menentukan perkembangan individu (anak) untuk kedepanya akan kearah kebaikan atau sebaliknya kearah keburukan, dan semua itu tergantung pada agen media sosialisasi itu sendiri.
Adanya media sosialisasi ini muncul di dalam proses sosialisasi dengan melalui interaksi sosial individu secara langsung ataupun tidak langsung. Keluarga sebagai agen sosialisasi primer bagi seorang individu atau seorang anak, akan banyak berperan dalam perkembangan anak menuju kedewasaanya atau dengan kata lain sebagai pondasi kerangka kepribadian  individu (anak) dimasa perkembangan menuju masa kedewasaannya. Dalam hal ini keluarga dinilai sebagai media sosialisasi yang vital, utama dan pertama bagi seorang individu (anak). Sedangkan agen sosialisasi sekunder seperti sekolah, teman bermain, lingkungan kerja dan media masa, hanya akan menyumbang arah kepribadian individu atau istilah lainya melengkapi struktur bangunan kepribadian individu membentuk individu dewasa. Agen media sosialisasi sekunder ini meskipun sebagai agen media sosialisasi kedua setelah keluarga namun perananya juga sama pentingnya dengan agen media sosialisasi primer. Oleh karena itu sangatlah penting seorang individu dalam mengalami proses sosialisasi menuju kedewasaannya itu dibimbing dengan agen sosialisasi primer maupun sekunder yang utuh dan berurutan sesuai dengan tahap perkembangan kepribadian individu masing-masing.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian media sosialisasi?
b.      Apa macam-macam media sosialisasi itu?
c.       Mengapa Keluarga sebagai media sosialisasi yang dinilai paling efektif dalam membentuk kepribadian anak?
d.      Apa peranan vital media sosialisasi keluarga, sekolah, teman bermain serta media masa?
C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan peper ini yaitu:
a.       Menjelaskan pengertian media sosialisasi.
b.      Menjelaskan macam agen atau media sosialisasi.
c.       Menjelaskan keluarga sebagai media sosialisasi yang dinilai paling efektif dalam membentuk kepribadian anak.
d.      Menjelaskan peranan vital media sosialisasi keluarga, sekolah, teman bermain serta media masa.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media Sosialisasi
Sebagai suatu proses, sosialisasi tentunya memerlukan berbagai media atau wadah untuk sosialisasi itu terjadi. Oleh karenanya media sosialisasi diartikan sebagai tempat dimana sosialisasi terjadi. Media sosialisasi juga dapat didefinisikan sebagai pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi, melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Dijelaskan lebih lanjut bahwasanya media sosialisasi sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang individu, hal ini dimungkinkan karena seorang individu secara langsung maupun tak langsung akan melakukan proses sosialisasi dalam agen sosialisasi tentunya, sehingga sangat dimungkinkan apabila kepribadian individu akan terbentuk melalui proses atau tahapan sosialisasi di tempat sosialisasi itu terjadi.
B.     Macam-Macam Media Sosialisasi.
Proses Sosialisasi dapat berlangsung di masyarakat dan umumnya melalui media tertentu. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, teman sepermainan, sekolah, maupun media masa.
a.       Keluarga
Keluarga adalah media sosialisasi yang pertama dan utama dalam proses sosialisasi. Proses sosialisasi awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti seta papa yang diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya. Melalui lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari. Media sosialisasi ini berkewajiban dalam mengajarkan berbagai nilai dan norma sosial kepada anak sedini mungkin. Hal inilah yang membuat tolak ukur keluarga dikatakan berhasil apabila anak telah mampu bersikap sopan dalam berperilaku maupun berkepribadian di lingkungan masyarakat.
b.      Teman Sepermainan (Kelompok Bermain)
Melalui teman sepermainan, anak mulai belajar hidup dan bersosialisasi. Anak akan belajar berbagai hal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, teman sepermainan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Tidak menutup kemungkinan, teman sepermainan membawa dampak negatif bagi perkembangan diri individu. Hal ini karena proses sosialisasi melalui teman sepermainan berjalan tanpa pengawasan dari orang tua atau guru. Terlebih pada usia remaja, kelompok sepermainan berkembang menjadi kelompok persahabatan yang lebih luas. Perkembangan itu antara lain disebagbkan karena bertambahnya luasnya ruang lingkup pergaulan remaja, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Teman dan persahabatan merupakan pengelompokan sosial yang melibatkan orang-orang yang berhubungan relatif akrab satu sama lain sehingga hal yang telah dijelaskan diatas menenai dampak negaif dari adanta teman sepermainan dimungkinkan dapat terjadi.
c.       Sekolah
Nilai dan norma dapat pula dipelajari melalui sekolah tempat seseorang belajar. Di lingkungan sekolah, seseorang mempelajari hal-hal baru yang belum pernah mereka temukan, baik di lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Dan melalui sekolah inilah anak mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat menentukan profesinya dimasa depan. Pendidikan formal ini mempersiapkan seorang anak menguasai peranan-peranan baru di kemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Apabila seorang anak memasuki lingkungan sekolah, maka secara resmi ia menjadi anggota kelompok formal yang terikat aturan-aturan resmi dan dihadapkan pada norma-norma yang diikuti secara teratur dengan sanksi tertentu.
d.      Media Massa
Media massa yang terdiri dari media cetak (surat kabar dan majalah) maupun elektronik (radio, televisi, dan internet) merupakan alat komunikasi yang dapat menjangkau masyarakat secara luas. Media massa diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yang berpengaruh terhadap perilaku khalayaknya. Media massa mampu menyajikan model perilaku yang dapat ditiru oleh individu untuk membangun jati dirinya. Selain itu, media massa mampu memengaruhi pola perilaku masyarakat. Sebagai contoh kecilnya iklan yang ditayangkan melalui media massa mempunyai potensi untuk mengubah pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat.
C.     Keluarga Sebagai Media Sosialisasi yang Dinilai Paling Efektif Dalam Membentuk Kepribadian Anak
Sosialisasi merupakan suatu proses belajar yang biasanya dimulai di dalam lingkungan keluarga, sehingga tak mengherankan apabila keluarga disebut-sebut sebagai media sosialisasi pertama dan utama dalam perkembangan kepribadian anak. Awal muasal seorang anak mengalami rangkaian proses sosialisasi bermula ketia ia menjadi bagian anggota keluarga yang baru dilahirkan, ia sangat tergantung kepada perlindungan dan bantuan anggota keluarganya. Proses sosialisasi awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya, seperti cara makan, berbicara, berjalan, hingga belajar bertindak dan berperilaku. Melalui lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari. Hubungan individu di masyarakat sangat dipengaruhi keluarga, karena keluarga memiliki peranan sebagai berikut:
1.      Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan dengan lembaga pendidikan manapun.
2.      Keluarga merupakan kelompok pergaulan hidup manusia dengan volume terkecil dan kadar tertinggi.
3.      Keluarga merupakan mata rantai untuk hubungan jasmani dan rohani manusia yang berlawanan jenis.
4.      Keluarga merupakan mata rantai dalan regenerasi dan pewarisan budaya.
Dalam keluarga, orangtua mencurahkan perhatian untuk mendidik anak agar anak tersebut memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin sehingga membentuk kepribadian yang baik bagi si anak. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan untuk:
1.      Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya.
2.      Mendorong agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah, baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, dan sebagainya.
3.      Memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya.
Sebagai media sosialisasi, keluarga pun memiliki peranan untuk menghambat proses sosialisasi. Keluarga yang memiliki kendala-kendala akan memengaruhi sikap dan keprbadian anggota keluarganya, yaitu:
1.      Keluarga modern merupakan kesatuan konsumtif, sehingga hubungan antarindividu dalam keluarga menjadi sangat berkurang.
2.      Keluarga sebagai lembaga (institute) sudah berubah menjadi keluarga yang bersifat persekutuan (companionship) yang sangat longgar ikatannya.
3.      Semakin banyak keluarga yang hidup terpisah dan meningkatnya perceraian, sehingga longgar intensitas interelasi sosialnya.
Apabila terjadi suatu kondisi yang berlainan dengan hal di atas, maka anak-anak akan mengalami kekecewaan. Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1.      Orangtua kurang memperhatikan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan kepentingan-kepentingannya sehingga anak merasa diabaikan. Hubungan anak dengan orangtua menjadi renggang, padahal anak sangat memerlukan kasih sayang mereka.
2.      Orangtua terlalu memaksakan kehendak dan gagasannya kepada anak dengan ancaman dan sanksi yang dirasakan anak cukup berat sehingga jiwa anak menjadi tertekan.
Keseluruhan sistem belajar mengajar sebagai bentuk sosialisasi dalam keluarga bisa disebut sistem pendidikan keluarga. Sistem pendidikan keluarga dilaksanakan melalui pola asuh, yaitu suatu pola untuk menjaga, merawat, dan membesarkan anak. Pola ini tentu saja tidak dimaksudkan pola mengasuh anak yang dilakukan oleh perawat atau baby sitter, seperti yang sering dilakukan oleh kalangan keluarga elite/kaya di kota-kota besar. Pola mengasuh anak di dalam keluarga sangat dipengaruhi oleh sistem nilai, norma, dan adat istiadat yang berlaku pada masyarakat setempat. Jadi, kepribadian dan pola perilaku yang terdapat pada berbagai masyarakat suku bangsa sangat beragam coraknya.
D.    Peranan Vital Media Sosialisasi Keluarga, Sekolah, Teman Bermain serta Media Massa
Keluarga memiliki peranan vital dalam membentuk kepribadian individu atau anak karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan dengan lembaga pendidikan manapun. Keluarga juga merupakan kelompok pergaulan hidup manusia dengan volume terkecil dan kadar tertinggi. Serta keluarga merupakan mata rantai dalan regenerasi dan pewarisan budaya. Bila dilihat dari sudup pandang peranan orang tua maka keluarga memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya, mendorong agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah, baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, dan sebagainya, memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya.
Sekolah memiliki peranan vital kepada individu karena lembaga ini  memberikan suatu pengaruh terhadap seorang anak berupa ilmu, keterampilan, kemandirian, prestasi, nilai dan norma kebudayaan bangsa atau negara, dan hal-hal yang belum ia temukan di media sosialisasi keluarga dan teman bermain. 
Teman bermain memiliki peranan vital diantaranya rasa aman dan rasa dianggap penting dalam kelompok akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak, perkembangan kemandirian remaja tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan, remaja mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir, gembira, dan sebagainya yang mungkin tidak didapatkan di rumah, melalui interaksi dalam kelompok, remaja dapat mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang berguna bagi kehidupannya kelak, pada umumnya, kelompok persahabatan mempunyai pola perilaku dan kaidah-kaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap lebih dewasa.
Media massa memiliki peranan vital diantaranya akan mempengaruhi atau mengajarkan kepada seseorang tentang hal-hal yang belum ia ketahui sebelumnya, baik berupa hal positif maupun negatif.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
a.       Sebagai suatu proses, sosialisasi tentunya memerlukan berbagai media atau wadah untuk sosialisasi itu terjadi. Oleh karenanya media sosialisasi diartikan sebagai tempat dimana sosialisasi terjadi. Media sosialisasi juga dapat didefinisikan sebagai pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam mempengaruhi, melaksanakan atau melakukan sosialisasi.
b.      Proses Sosialisasi dapat berlangsung di masyarakat dan umumnya melalui media tertentu. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, teman sepermainan, sekolah, maupun media masa.
c.       Sosialisasi merupakan suatu proses belajar yang biasanya dimulai di dalam lingkungan keluarga, sehingga tak mengherankan apabila keluarga disebut-sebut sebagai media sosialisasi pertama dan utama dalam perkembangan kepribadian anak. Awal muasal seorang anak mengalami rangkaian proses sosialisasi bermula ketia ia menjadi bagian anggota keluarga yang baru dilahirkan, ia sangat tergantung kepada perlindungan dan bantuan anggota keluarganya. Proses sosialisasi awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh orang-orang sekitar lingkungan keluarganya, seperti cara makan, berbicara, berjalan, hingga belajar bertindak dan berperilaku. Melalui lingkungan keluarga itulah anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari.
d.      Keluarga memiliki peranan vital dalam membentuk kepribadian individu atau anak karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan dengan lembaga pendidikan manapun. Sekolah memiliki peranan vital kepada individu karena lembaga ini  memberikan suatu pengaruh terhadap seorang anak berupa ilmu, keterampilan, kemandirian, prestasi, nilai dan norma kebudayaan bangsa atau negara, dan hal-hal yang belum ia temukan di media sosialisasi keluarga dan teman bermain. Teman bermain memiliki peranan vital diantaranya rasa aman dan rasa dianggap penting dalam kelompok akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak, perkembangan kemandirian remaja tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan. Media massa memiliki peranan vital diantaranya akan mempengaruhi atau mengajarkan kepada seseorang tentang hal-hal yang belum ia ketahui sebelumnya, baik berupa hal positif maupun negatif.











Daftar Pustaka
Hanum, Farida. 2006. Sosioantopologi Pendidikan. Yogyakarta: FIP-UNY.
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajawali Pers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar